Terlewat
Terlewat Penulis: Mania kara “Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku.” -Umar Bin Khattab- Terpisah Kami pernah saling menjaga dalam perasaan yang terbuka. Kami saling berbicara tanpa ada batas. Kami sering menghabiskan banyak waktu di taman masjid kampus tanpa merasa risih dengan tatapan teman-teman yang lewat. Menurut kami, komitmen kami sehat, kami tidak pernah bermacam-macam melanggar syariat kecuali kedekatan hubungan kami ini. Kami tahu ini salah dan dilarang, tapi rasa yang kami miliki mengalahkan iman kami. Kami saling merindu jika kami tidak bertemu dalam waktu yang lama. Mas Syifa biasanya datang menemuiku sekitar pukul setengah lima sore di taman atau selasar masjid setelah kami mengajar TPA. Kami masih menjalin hubungan ini hingga datang...